senakel

TOKO ROHANI ONLINE BERDISKON
pay Book(s) Search  
 
 
home products about us readers' club resensi testimonial faq contact us
 
 
 TOKO ROHANI ONLINE BERDISKON
 PROMO
 DISCOUNT 20%
 SURAT CINTA BUAT GEMBALA
 Hanya sampai 1 - 7 July 2010
 Enjoy the best books we ever sells read more
 
 
   
READERS' CLUB
   
 
Email address:

Password:

. forgot password?
. new member
     
LATEST NEWS
     
   
     
CATEGORY
     
 
. BUKU
. Teks Kitab Suci
. Tafsir / Referensi
. Ajaran Kristiani / Teologi
. Keluarga Krisitani
. Katekese TK / Pendidikan Agama
. Katekese Umum
. Katekese SD / Pendidikan Agama
. Katekese SLTP / Pendidikan Agama
. Katekese SLTA / Pendidikan Agama
. Liturgi
. Doa
. Renungan
. Bacaan Rohani (Spiritualitas)
. Sejarah Gereja
. Riwayat Hidup Orang Suci
. Pembangunan Jemaat
. Scott Hahn
. Maria
. Rosario
. Tempat Ziarah
. Serianl Franklin Kura Kura ( untuk anak)
. Rm. FX. Didik Bagiyowinadi,Pr
. Novel - Thriller - Fiksi Rohani
. Api Penyucian
. Meditasi
. Anekdot Ala Alkitab
. Keagamaan
. Buku Promo
. BENDA ROHANI
. SEMINAR
. Medali
. Lagu Rohani
. PAKET PROMOSI
. Sub Kategori Paket Promosi
. MAJALAH
. Ave Maria
 
     
TESTIMONIAL
     
 

Thanks senakel, buku Yesus Kekasih Kita dalam Ekaristi ada juga disini, jadi ngak repot repot carinya. Tinggal pesan dan buku cepat sampai ditangan! Senang banget sekarang lebih mudah mendapatkan buku2 berkualitas dengan hanya telp atau lewat internet!
DENA SUKIATO, JAKARTA

 
     
 

Saya sangat suka buku2nya Bo Sanchez. Di toko buku pasti kehabisan dan gak semua toko buku rohani jual bukunya dia. Di senakel saya gak usah jauh2 ke toko buku, dianterin ke rumah, harganya lebih murah lagi..
HILARIUS HUWA - DEPOK

... read more testimonials!
 
     
ROMO SUMARYA
     
 

25.6.2009
TENTANG IBADAH HARIAN
Dalam Puji Syukur, pada bagian KEBIASAAN ORANG KRISTEN salah satunya dikatakan adalah Melaksanakan Ibadah Harian. Dalam hal ini Konstitusi Liturgi Konsili Vatikan II mengatakan: "Gereja tiada putusnya memuji Tuhan dan memohonkan keselamatan seluruh dunia bukan hanya dengan merayakan Ekaristi, melainkan dengan cara-cara lain juga, terutama dengan mendoakan Ibadat Harian" (SC 83). Ibadah harian disusun sedemikian rupa sehingga seluruh kurun hari dan malam disucikan dengan pujian kepada Allah, kegiatan ini dilaksanakan oleh para Imam, orang lain yang atas ketetapan gereja maupun umat beriman (bdk SC 84). "Maka dari itu, semua yang mendoakan Ibadah Harian menunaikan tugas gereja, maupun ikut serta dalam kehormatan tertinggi mempelai Kristus. Sebab seraya melambungkan pujian kepada Allah mereka berdiri di hadapan tahta Allah atas nama Bunda Gereja" (SC 85). "

18.6.2009
DARI PEMAIN BOLA HINGGA BINTANG FILM (PADRE PIO 2)
Padre Pio saat ini merupakan santo paling populer di Italia. Kendati demikian, ia juga merupakan santo yang paling banyak diwarnai kontroversi. Apa pula hubungannya dengan Karol Wojtyla?

18.6.2009
MENYAKSIKAN JENASAH PADRE PIO (PADRE PIO 1)
Jenasah Padre Pio digali kembali setelah 40 tahun dimakamkan. Ratusan ribu orang datang untuk berziarah dan melihat jenasahnya yang dibaringkan dalam peti kaca. HIDUP melaporkan langsung dari kota San Giovanni Rotondo, Italia.

... read other article!

 
RESENSI BUKU
     
 

APAKAH MASUK AKAL MASIH PERCAYA KEPADA TUHAN ?
19.3.2007

Judul Buku : Menalar Tuhan
Pengarang : Franz Magnis - Suseno
Penerbit : Kanisius
Tahun Terbit : 2005
Tebal : 246 halaman
Peresensi : Rosalia Retno Meiwati
Dimuat di : Tabloid Komunio Palembang, Februari 2006

Sebuah pertanyaan yang menarik dan cukup menyentak keberimanan kita di era modernitas seperti sekarang ini. Eksistensialitas Tuhan sebagai Yang Maha Ada agaknya diragukan oleh manusia pada abad ke-21 ini. Bahkan beberapa filosof terkenal, seperti Nicolaus Cusanus, Descartes, Pascal, Spinoza, Leibniz, Kant, Schleiermacher, Schelling, dan Hegel, mempertanyakan keberadaan Tuhan. Menalar Tuhan, merasionalkan keberadaan Tuhan, masih menjadi perdebatan, terutama di dalam dunia filsafat. Tuhan masih berada di luar batas-batas rasional. Kenyataan itulah yang menjadi alasan mengapa buku ini ditulis. Buku ini diawali dengan sebuah pertanyaan besar: Untuk apa dan bagaimana Tuhan dinalar? Sebagai permulaan, penulis memberikan gambaran pemikiran-pemikiran manusiawi tentang Tuhan dan mempertemukan antara filsafat dan teologi, sampai pada pertanggungjawaban rasionalitas. Selanjutnya, kita akan melihat betapa majemuk penghayatan ketuhanan dalam umat manusia, misalnya penghayatan Hinduisme, Buddisme, Tionghoa, dan sebagainya. Kita harapkan tidak berpandangan sempit mengira bahwa seluruh umat manusia menghayati ketuhanan seperti cara yang kita lakukan. Ketika sampai pada pembahasan tentang penghayatan Buddisme, ada hal yang menarik. Menurut Sang Buddha sikap diam terhadap Tuhan tidak boleh diartikan sebagai ateisme, melainkan sebagai penghayatan Tuhan menurut via negativa. Manusia hendaknya secara rendah hati melakukan apa yang dapat dilakukannya. Segala spekulasi tentang Tuhan hanyalah pamrih saja (hlm.33). Penulis juga menggariskan adanya perubahan-perubahan mendalam dalam pengertian diri manusia di ambang modernitas dan dampaknya pada pengertian tentang ketuhanan. Selangkah lebih mendalam, penulis membicarakan secara kritis lima tokoh ateisme modern yang paling berpengaruh : Feuerbach, Marx, Freud, Nietzsche, dan Sartre. Ada hal yang disampaikan oleh Freud tentang agama. Menurutnya agama tidak lebih sebagai pelarian neurotis dan infantil dari realitas. Mengapa? Karena manusia tidak berani menghadapi kenyataan yang terjadi di dunia, mereka malah mencari keselamatan dari Tuhan yang tidak kelihatan dan tidak nyata. Dengan penuh ketakutan manusia tunduk terhadap sesuatu yang ada kaitannya dengan dunia nyata. Sikap ini, oleh Freud, merupakan sikap khas dari orang neurotis dan infantil. Kalau manusia mau menjadi mampu dan betul-betul menanggulangi tantangan-tantangan dunia nyata, ia harus membebaskan diri dari neurotik agama muncul ketika agama secara tidak proporsional hanya memfokuskan pada ritus dan larangan-larangan kaku bagi pengikutnya. Nuansa neurotis kelihatan apabila ada banyak unsur komulsif di dalam agama di mana banyak orang terus merasa wajib ini, terlarang itu yang membuatnya semakin tidak berani dan tidak mampu memakai nalar dan rasa tanggung jawabnya sendiri (hlm.90). Dalam bab lima dibahas apa yang oleh penulis dianggap sebagai tantangan terbesar dalam penalaran tentang Tuhan, yaitu agnostisisme, anggapan bahwa tentang Tuhan kita tidak dapat mengetahui sesuatu, jadi bahwa filsafat harus diam tentang Tuhan. Pembahasan ateisme dan agnostisisme membuka jalan untuk bertanya secara positif: Dapatkah nalar menemukan petunjuk-petunjuk tentang adanya Tuhan? Pembicaraan ini kemudian dilanjutkan oleh penulis dengan menguak adanya tiga “jalan ke Tuhan” yang sudah “klasik”, yaitu argumen ontologis, argumen kosmologis, dan argumen teleologis. Jalan-jalan ini mau menunjukkan bahwa apa yang kita temukan di alam pengalaman tidak dapat dijelaskan kalau tidak ada Tuhan. Kita akan melihat bahwa, meskipun tiga jalan ini memang menunjuk pada Tuhan, tetapi juga mempunyai kelemahan-kelemahan serius. Di bab selanjutnya, penulis mengikuti cara berpikir yang berbeda. Penulis tidak lagi menarik kesimpulan dari realitas duniawi ke Tuhan, melainkan mencoba menunjukkan, dengan bertolak dari empat penghayatan, bahwa manusia, dalam pengalamannya dengan dunia, selalu bersentuhan dengan Tuhan dan bahwa dalam arti ini – para filosof menyebutnya transendental – manusia mempunyai pengalaman tentang Tuhan, meskipun sebagai latar belakang dan bukan sebagai objek. Di antara empat penghayatan ini yang akan kelihatan bersentuhan dengan Tuhan dengan paling mengesankan adalah hati nurani. Kemudian, penulis menjelaskan hubungan antara Tuhan dan dunia, diantaranya adalah masalah bahasa tentang Tuhan, penciptaan dan pertanyaan apakah kemahakuasaan Tuhan masih mengizinkan ruang bagi kebebasan manusia. Sebagai bahasan akhir, penulis mengangkat masalah yang sejak lama dianggap masalah Filsafat Ketuhanan yang paling berat, yaitu bagaimana, kalau ada Allah yang Mahatahu, Mahakuasa, dan Mahabaik, bisa ada sedemikian banyak kejahatan dan penderitaan di dunia. Dalam halaman 234, penulis menegaskan bahwa salahlah kalau manusia dilarang berpikir tentang Allah dengan pertimbangan bahwa Allah “terlalu tinggi” bagi manusia. Betul, Allah terlalu tinggi, tetapi bukan hanya bagi nalar manusia, melainkan terhadap segenap wicara tentang Allah. Tetapi Allah tidak memberikan daya nalar kepada manusisa untuk dikunci di garasi. Berhadapan dengan Allah pun, manusia tidak dapat, dan tidak perlu, mematikan pertanyaannya. Sangat wajarlah bahwa manusia sebagai makluk rasional ingin mengerti tentang Tuhan. Ya, buku ini ditulis bagi Anda yang masih percaya kepada Tuhan, bagi Anda yang (mungkin) meragukan Tuhan, dan juga bagi Anda yang bisa merasakan pertanyaan : Apakah orang yang ingin berpikir jujur dan berkeyakinan humanis masih dapat percaya kepada Tuhan? Buku ini tidak mau “membuktikan” adanya Tuhan, melainkan menunjukkan bahwa di abad ke-21 pun manusia tetap dapat percaya kepada Tuhan tanpa harus menyangkal kejujuran intelektualnya.


Buku yang terkait dengan informasi ini :
APAKAH MASUK AKAL MASIH PERCAYA KEPADA TUHAN ?

Harga retail : Rp. 0,-
Harga kami : Rp. 0,-
Anda menghemat : Rp. 0,-   (%)

add to cart. add to cart   

 
     
NEW BOOKS
     
 
Items
KUMPULAN TESTIMONI BUKU SURAT CINTA BUAT GEMBALA

Buku ini sangat menyentuh hati karena tiga hal. Pertama, mengungkapkan isi hati umat dalam relasinya dengan imam sebagai “gembala”. Kedua, ternyata dalam ungkapan-ungkapan yang dikatakan dalam buku ini, umat sebagai “domba” sangat mencintai dan mendukung imam-imam sebagai “gembala” dalam karya pelayanan. Ketiga, tentu saja buku ini sangat membesarkan hati para imam dala panggilan hidup sebagai imam. Terimakasih kepada umat yang mendukung dan mendoakan kami para imam. (Ignatius Tari, MSF. Ketua Komisi Kerasulan Keluarga Keuskupan Agung Jakarta)

  Items
MISTERI TUJUH SABDA

Suatu hal yang menarik, ternyata tujuh sabda diucapkan Yesus pada saat penderitaannya di Kalvari memiliki hubungan erat dengan tujuh perkataan Bunda-Nya yang tercatat dalam Kitab Suci. Masing-masing sabda itu berhubungan dengan jawabannya. Itulah yang akan dibahas dalam buku, permenungan 7 sabda Yesus dari Salib dan tujuh sabda kehidupan Maria. Buku yang ditulis oleh Uskup Agung Fulton J. Sheen (alm). Dengan gaya sederhananya, ia secara kronologis membandingkan ketujuh sabda Yesus yang terakhir dan ketujuh ungkapan iman Maria. Ia menafsirkan hubungan antara tujuh ucapan Maria yang tertulis dalam Injil dan tujuh sabda yang diucapkan Yesus menjelang wafat-Nya.Buku ini dibagi menjadi tujuh bab, dan setiap bab mengurai sabda-sabda tersebut.

  Items
IMAM & USKUPNYA

Seorang imam melaksanakan tugas perutusannya dalam kebersamaan dengan Uskupnya dalam satu imamat dan satu pelayanan Kristus. Ia ambil bagian dalam Imamat Uskupnya, yang diterimanya melalui Sakramen Tahbisan dan perutusan kanonik. Maka, tanpa kebersamaan dengan Uskupnya, seorang imam tidak mampu menunaikan tugas perutusannya secara memadai .Dalam kenyataan sehari-hari, tak sedikit kesalahpahaman (bahkan ada beberapa yang berbuntut pada perseteruan ) terjadi dalam relasi antara imam dengan Uskupnya. Kesalah-pahaman sekecil apapun harus segera dicarikan penyelesaiannya, sedini mungkin, agar tak tercipta ketegangan berkepanjangan, yang seringkali berbuntut pada sikap saling menyalahkan. Dalam situasi seperti itu, dibutuhkan jembatan komunikasi , yang merekatkan kembali kebersamaan mereka dalam satu tugas perutusan yang sama, di mana yang satu tetap membutuhkan yang lain bagi terwujudnya satu imamat dan satu pelayanan Kristus.

  Items
JAWABAN KECIL UNTUK SEBUAH PERTANYAAN BESAR

“Pastor, mana lagu-lagu khas katolik yang boleh kami dapatkan dalam rupa CD, Kaset ataupun semacamnya?” tanya seorang pemuda kepadaku dengan serius pada suatu kesempatan bertemu. Saya tidak langsung menjawab dan bahkan tidak mampu menjawab karena sadar betul betapa kurangnya alat-alat bantu rohani seperti itu. Dengan sambil lalu aku bergumam, “Tunggu saja suatu saat akan datang!” Dan penantian itu akan terjawab. CD CANTATE yang berisikan lagu-lagu misa dengan tiga tema lagu misa berbahasa Latin (Misa St. Yosep, Misa St. Maria, dan Misa Capranica) sudah hadir di Keuskupan Manado dan akan segera hadir di Jakarta dalam waktu dekat. Mengapa CD CANTATE berani dibuat oleh Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Manado? Ada beberapa alasan yang pantas kami kemukakan:

 
 
    ... lihat resensi lain !
 
 
  back to top